Kesalahan Fatal Kandidat dalam Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan langkah penting untuk mendapatkan pekerjaan impian. Pada tahap ini kandidat memiliki peluang untuk memberikan ”first impression” yang mengesankan. Namun, tak jarang kandidat membuat kesalahan dalam wawancara kerja yang sering diabaikan, nyatanya memupuskan harapan untuk mendapat pekerjaan impian. Berikut kesalahan umum yang dilakukan kandidat dalam wawancara kerja dan tips menghindarinya.

Kurangnya Pengetahuan tentang Perusahaan

Kesalahan dalam wawancara kerja yang sering terjadi adalah kandidat kurang pengetahuan tentang perusahaan yang mereka lamar. Ini menjadi fokus yang penting karena biasanya pewawancara akan menanyakan apa yang diketahui kandidat mengenai perusahaan. Jika jawaban yang diberikan tidak tepat akan menunjukkan kurangnya minat dan persiapan yang memadai. Maka dari itu pelamar harus riset terlebih dahulu sebelum wawancara, mulai dari sejarah, visi misi, produk/layanan yang ditawarkan dan nilai-nilai inti perusahaan. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan mengunjungi web resmi perusahaan, mengikuti kegiatan perusahaan di media sosial, serta membaca berita atau artikel terkait perushaan. Dengan cara ini, perusahaan akan melihat bahwa Anda memang serius dan memiliki minat yang tinggi untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Memberikan Jawaban yang Umum

Kesalahan dalam wawancara kerja lainnya adalah memberikan jawaban yang terlalu umum. “Mengapa Anda ingin menjadi bagian dari perusahaan ini?”, banyak jawaban yang bisa diberikan dari pertanyaan tersebut, namun kebanyakan pelamar hanya menjawab secara umum, seperti “Karena perusahaan ini memiliki reputasi yang baik”. Anda bisa mencoba mencari tahu apa yang unik dari perusahaan ini, seperti prestasi/pencapaian yang telah diraih, budaya yang dibangun, bagaimana mereka memperlakukan karyawan dan sebagainya. Coba buatlah list pertanyaan yang sering diajukan saat proses wawancara, Anda bisa menemukannya melalui penelusuran di search engine, melihat video tips dan trik menghadapi wawancara dan sebagainya, kemudian siapkan jawaban yang sesuai, spesifik dan mengesankan.

Tidak Memperhatikan Komunikasi Non Verbal

Banyak pelamar yang masih mengabaikan komunikasi non verbal, padahal ini juga menjadi kesan yang penting saat wawancara. Yang termasuk dalam komunikasi non verbal adalah bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, serta pembawaan kita selama wawancara. Terkadang entah karena gugup atau kurangnya persiapan kita bisa menimbulkan kesan tidak percaya diri dengan tidak melakukan kontak mata dengan pewawancara, tangan yang terus memainkan benda di sekitar, membungkun dan menundukkan kepala serta berbagai sikap lain yang membuat pewawancara merasa tidak cocok menjadikan Anda sebagai rekan kera. Jika Anda mendapat panggilan wawancara, siapkan diri Anda sebaik mungkin. Beberapa hal bisa ditampilkan dalam non verbal untuk meningkatkan kepercayaan diri Anda. Pilihlah look outfit yang resmi dengan warna-warna netral, berusaha untuk tetap memberikan senyum yang hangat namun tetap menunjukkan keseriusan dalam menjawab berbagai pertanyaan, tetap tenang dan tidak banyak melakukan gerakan tangan, jangan lupa sesekali untuk melakukan kontak mata agar pewawancara merasa dihargai keberadaannya.

Berbohong demi Memperindah Kualifikasi

Semakin sempurna jawaban Anda semakin besar peluang untuk diterima. Namun jangan sampai kesempurnaan ini dibuat-buat. Nyatanya, masih saja ada pelamar yang memberikan keterangan palsu agar dirinya bisa mendapatkan penilaian sempurna. Seperti eksplor prestasi/pencapaian yang sebenarnya belum pernah diraih. Melebih-lebihkan diri dari keadaan yang sebenarnya. Perilaku ini akan menjadi “boomerang”jika pewawancara melakukan penelusuran lebih lanjut atau bahkan pada akhirnya menerima Anda menjadi bagian dari perusahaannya. Sayangnya setelah diterima Anda tidak bisa memberikan kualitas sesuai yang disampaikan saat wawancara. Jujurlah saat mengikuti wawancara, jangan menampilkan atau melebih-lebihkan apa yang tidak pernah dilakukan, fokus pada keunggulan yang dimiliki.

Kurangnya Pertanyaan kepada Pewawancara

Banyak yang beranggapan bahwa wawancara kerja hanya fokus menjawab pertanyaan saja. Padahal pada kesempatan wawancara Anda diberikan peluang untuk mengajukan pertanyaan loh, bisa mengenai perusahaan, posisi pekerjaan yang dilamar, kompensasi yang diberikam dan masih banyak lagi. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan, selama Anda bisa menyampaikan dengan baik, hal ini justru menjadi nilai plus di mata pewawancara karena Anda menunjukkan minat yang tinggi terhadap perusahaan.

Hindari Kesalahan dalam Wawancara Kerja

Kesalahan-kesalahan di atas merupakan kesalahan fatal yang sering terjadi dalam wawancara kerja. Para pelamar kerja harus memperhatikan dengan seksama, jangan sampai membuat kesalahan yang menutup peluang untuk mendapatkan pekerjaan impian.

Lakukan riset mendalam tentang perusahaan yang dilamar, persiapkan jawaban yang baik, atur bahasa tubuh yang sesuai, dan jangan lupa ajukan pertanyaan yang relevan kepada pewawancara. Mempelajari kesalahan dalam wawancara kerja akan membuat Anda memiliki persiapan yang matang. Berikan kesan yang positif pada tahap yang paling penting untuk mendapatkan pekerjaan impian.

Ingin memperoleh peluang karier yang menarik? Anda bisa mengunjungi platform msicareer.id temukan pekerjaa impian Anda. Atau tertarik berkonsultasi untuk kesiapan menghadapi wawancara? Konsultasikan bersama kami dan raih kesukesan dalam berkarier.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × five =